.

actually, we all are adorable in our smile.

Cerita 1: Baju OK

Hari Rabu siang, di RS…

Seperti biasa selepas makan siang saya standby di ruang Heart Catheherization. Asyiknya memperhatikan penjelasan dr.Daniel mengenai apa yang saya lihat di monitor -hanya di balik kaca ruang tindakan-. Tiba-tiba wanita paruh baya datang menghampiri. Dia orang yang baru saya lihat. Saya kira hanya lewat saja, tapi lama-lama dia mendekat dan memasang muka “jidat berlipat”. 

Ibu-ibu : dalam Deutsch  ” Kamu kenapa masuk sini pake bajunya begitu?”

Saya  : “Maaf, maksudnya apa, Bu?”

Ibu-ibu : ” Iya kamu siapa? ngapain di sini? kenapa beraninya pake baju panjang gitu? Sana ganti!!!” 

Saya : bengong sejenak berusaha translate. “Saya famulantin dari Indonesia. Di sini sejak 2 minggu lalu dan ini yang saya pakai.”

Ibu-ibu: ” Gak boleh! Sana ganti! Buka baju dalamnya. Pakai lengan pendek saja!”

Saya :  ” I’m just stay outside the room. And i can’t put off my cloth now, i have to cover my hand.”

Ibu-ibu : ngahuleng dan tetep marah. “Cepat ganti kalau kamu masih mau di sini!”

Saya :speechless dan hayang ceurik gak bisa ngelawan lagi karna bingung bhs jermannya apa. Schadeee! pergi ganti baju dan bermuka bete sepanjang hari. “……………………..”

Saat itu saya hanya berdoa, ya Allah ampun. Mungkin dia gak tahu. Mungkin dia tahu tapi taat aturan. Mungkin saya yang harus tahu aturan. Mungkin sistem di sini tidak cocok untuk saya. Ya… mungkin saja. 

Setelah baca-baca referensi (blog orang2 -,-):

Ternyata desain baju OK secara internasional memang begitu. Dengan alasan sterilisasi dan ‘biar gak ribet’, intinya. Kalau begitu, super gak ramah banget buat muslimah yaa… Mensterilkan baju lengan pendek ama panjang kayanya gakan beda setengah hari deh. Plis.

Yuk, dukung pembuatan baju OK untuk muslimah! beberapa FK di Indonesia sudah menginisiasi ini ternyata. Hmmm ngalamin juga ya yang beginian, andai tau sejak awal, mungkin saya latihan bahasa Jerman lebih rajin biar bisa ngelawan dan berargumen sama ibu-ibu itu. hahaha…

At least dia gak mikir saya super bloon atau centil pake baju OK bermanset pink muda. zzz

What a Journey!

Ya! Mbak Hanum benar. Perjalanan yang sudah saya lewati ini seperti

"Perjalanan yang membuat saya menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari pada sekadar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepak Bola San Siro, Colloseum Roma,  atau gondola-gondola di Venezia." (kutipan Novel 99 Cahaya di Langit Eropa) - ditambahin sendiri: Big Ben London, Arc de Triomphe, Brandenberg Tor, Charles Bridge, dll…

Selalu ada hal yang menagih saya melakukan perjalanan jauh mencari pengalaman baru, belajar, atau sekadar berjalan-jalan menikmati indahnya alam dan makhluk ciptaan-Nya. Subhanallah… Kalau dipikir-pikir lagi, banyak sekali hal di luar dugaan yang sepatutnya tidak saya lakukan, sendiri, sebagai wanita. Tetapi atas seizin-Nya, Allah menunjukkan saya betapa besar kuasa-Nya, indah karunia-Nya dan kuat lindungan-Nya.

Beberapa cerita selanjutnya adalah pengalaman yang tidak terlupakan, bahkan akan selalu mengingatkan saya untuk terus mempertahankan semangat dan motivasi untuk mengejar mimpi. Betapa mereka loyal, fokus, profesional, canggih, dan efektif dalam bekerja.  Mereka juga lepas, bebas, dan super bahagia selepas bekerja. Every weekend is time to family and friend hang outs! 

Lingkungan dan fasilitasnya juga mendukung gitu sih buat setiap keluarga ber-vacation ria, dari yang gratis sampe bayar mahal, yang dekat sampai jauh sekalipun. Yang penting semua kumpul, semua bahagiaaa. Alhamdulillah…

Sayangnya, kerasa banget sebagai minoritas di sana, sulitnya menyesuaikan waktu ibadah dan mencari tempat ibadah. Terkadang mereka mencibir dan memandang rendah. Terus boro-boro bisa berjamaah di mesjid depan rumah, dengar adzan aja gak pernah. Ya Allah, kangen Indonesia banget kalo lagi gini. heheee

Wait me baaaack Europe! Thanks for everything :’)

indrikhairatip:

"Hati Untuk Ammar"
Ammar, bayi berusia 5 bulan, putra seorang Guru SD, terkena Atresia Bilier, penyakit kerusakan hati langka yang dialami oleh 1 dari 10.000 anak.
Kulit dan mata Ammar menguning, kotorannya memutih, perutnya membengkak.
Rp. 900 Juta harus terkumpul di Oktober 2014 untuk biaya operasi transplantasi hati.
Ayo kita bersama-sama kembalikan keceriaan Ammar.
Pengumpulan dana transplantasi hati bisa disalurkan ke: Muamalat 3020013555 a.n. Risma Siti Yusniasari
Konfirmasi penyaluran dana: Sita Elanda +6287788685368
 “Alloh selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut saling menolong sesamanya”
Salam Hangat, Komunitas Muhajirin Anshar
More Info:http://muhajirinanshor.tumblr.comhttp://hatiuntukammar.comhttp://facebook.com/hatiuntukammar @MuhajirinAnshor

indrikhairatip:

"Hati Untuk Ammar"

Ammar, bayi berusia 5 bulan, putra seorang Guru SD, terkena Atresia Bilier, penyakit kerusakan hati langka yang dialami oleh 1 dari 10.000 anak.

Kulit dan mata Ammar menguning, kotorannya memutih, perutnya membengkak.

Rp. 900 Juta harus terkumpul di Oktober 2014 untuk biaya operasi transplantasi hati.

Ayo kita bersama-sama kembalikan keceriaan Ammar.

Pengumpulan dana transplantasi hati bisa disalurkan ke:
Muamalat 3020013555 a.n. Risma Siti Yusniasari

Konfirmasi penyaluran dana:
Sita Elanda +6287788685368


“Alloh selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut saling menolong sesamanya”

Salam Hangat,
Komunitas Muhajirin Anshar

More Info:
http://muhajirinanshor.tumblr.com
http://hatiuntukammar.com
http://facebook.com/hatiuntukammar
@MuhajirinAnshor

(via elkarifqah)

So far that was the best place ive spended my leisure time. Hope someday can be back here again…

with you.

So far that was the best place ive spended my leisure time. Hope someday can be back here again…

with you.

Gak kerasa. Dikumpulin tau2 udah segini 😁🍫🍬🍪

Gak kerasa. Dikumpulin tau2 udah segini 😁🍫🍬🍪